erkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mendorong transformasi
di berbagai bidang, termasuk pendidikan. Di era digital saat ini, integrasi
teknologi dalam layanan pendidikan menjadi penting untuk meningkatkan
efisiensi dan efektivitas pembelajaran, termasuk dalam layanan bimbingan dan
konseling. Layanan konseling di sekolah memiliki peran krusial dalam
membantu siswa menghadapi tantangan emosional, sosial, dan akademik,
khususnya di tingkat SMA/SMK/MA yang rentan terhadap tekanan dan
kenakalan remaja. Namun, berbagai kendala seperti keterbatasan jumlah
konselor, pengelolaan data dilakukan secara manual, artinya proses tersebut
dilakukan dengan cara tulis tangan, serta rendahnya kesadaran akan
pentingnya kesehatan mental, menghambat optimalisasi layanan tersebut.
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem layanan
konseling digital terintegrasi di SMKN 1 Bojongpicung. Jenis penelitian yang
dilakukan oleh penulis dalam perancangan sistem layanan konseling digital
untuk siswa adalah metode analisis dan pengembangan. Metode yang
digunakan adalah metode air terjun atau yang sering disebut metode waterfall.
Langkah-langkah pengembangan meliputi Communication, Planning,
Modeling, Construction, dan Deployment. Sistem ini menggabungkan peran
guru BK dalam konseling tahap awal serta menyediakan mekanisme rujukan
otomatis ke psikolog bila diperlukan. Selain itu, sistem ini berfungsi sebagai
media pengarsipan digital untuk mendukung manajemen data siswa secara
lebih efektif. Sistem konseling ini telah berhasil dikembangkan dan
diimplementasikan dengan melibatkan enam user utama, yaitu admin, siswa,
guru BK, wali kelas, kepala sekolah, dan psikolog. Terdapat enam fitur utama
yang diakomodasi dalam sistem, yaitu pengaduan BK, pencatatan riwayat
kasus, pengelolaan data pelanggaran, pencatatan tindak lanjut, layanan tanya
spesialis psikolog, dan dokumentasi penanganan kasus. Pengujian sistem
dilakukan menggunakan metode black-box testing pada setiap fitur, dan
seluruh fungsionalitas dinyatakan berjalan sesuai dengan kebutuhan.
Diharapkan, sistem ini dapat meningkatkan aksesibilitas, kualitas, dan
efektivitas layanan konseling di lingkungan sekolah.